RSS
Container Icon

Dariku Untukmu


..Di atas pusaranmu aku bersimpuh
Di atas batu nisan aku berdoa..

18.10.03
Ya Allah, genap sudah 10 tahun kepergiannya
Kepergian yang meninggalkan sejuta kerinduan dan kasih sayang
Kepergian yang menyisakan luka dan kekecewaan
Penyesalan yang tak pernah bisa ku akhiri
Kadang tergenang air mata ini
Saat pikiran ini mulai membawa ku mengingat semua tentangnya
Saat terbayang wajahnya yang redup sayu
Kudusnya kasih yang dihamparkan
Bagaikan laut yang tak bertepian

Ibu..
 kasih sayangmu sungguh bernilai..
itulah harta yang kau berikan...
Hati dan fikiran ini selalu ingatkan engkau..
Walaupun belum sangat daku mengenal akan sosok dirimu..
Tapi dengan mendengar semua cerita orang akan pengorbananmu..
Caramu untuk membesarkanku..
Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang..
Daku sangat merindukanmu ibu...
Kadang rasa tak rela menghampiri...
Tapi apa daya..ini..sekarang yang harus dan telah terjadi
Tak terasa engkau telah pergi
Terasa hampa membekap dikehidupanku
Rasa ini tak bisa terjaga
Apabila sendiri sunyi, ku teteskan air mata
Dikala malam ku selalu bertanya
Selalu ku pandang langit...
Dibalik jendela ku titipkan salam untuk mu
Biar doa malam mengantar
Biar angin malam membisikan
Menyampaikan salamku untuk ibu
            Walaupun beribu bintang berkelap-kelip
            Saling memancarkan sinarnya
            Namun hanya satu yang selalu bersinar paling terang
            Yang aku yakin pasti senyumanmu
            Sinar yang selalu menjadi lentera dihati ku
            Yaitu sinar cinta dan kasihmu
Ibu....
Jasadmu memang telah bersatu dengan bumi
Tapi jiwamu masih hidup dalam sanubariku
Walau kadang samar menjelang
Tapi raut wajahmu selalu membayaang
Ibu..
Kini anakmu ini telah bertambah dewasa, walau tak kau saksikan itu
Andaikan waktu bisa ku ulang
Ingin ku tertidur dalam dekapanmu
Melihat Sinar mata yang selalu tenangkan hati
Tutur kata yang selalu jadi mutiara dalam hidupku
Ibu...
seringnya sesal menyesak di dada ini
Saat akhir kehidupanmu
Daku belum bisa membuat engkau bangga nan belum bisa membahagiakanmu
Tersadarkan daku, saat dirimu telah pergi
Saat denyut nadimu yang terakhir
Terasa berdenyut digenggaman tanganku.
Memang benar, di dunia ini Tak Ada Yang Abadi
            Perih pilu yang sealu menjadi teman ku
            Dan kerinduanku yang kini selalu menemani hari-hari ku
            Lembutnya belai kasihmu
            Indahnya senyum manis yang selalu terpancarkan
            Laksana embun terpaan mentari
            Disaat anakmu ini
            Merindukan dekap pelukmu
            Merindukan halusnya suaramu
            Merindukan lembutnya belaianmu
            Dan menantikan tulusnya kasih nan perhatianmu
            Tapi kau tak ada untuk itu
Tak ada yang bisa kulakukan
Selain ku selalu panjatkan doa dan segenap harapan dariku untukmu
..Di atas pusaranmu aku bersimpuh
Di atas batu nisan aku berdoa..
Hanya tangis sebagai saksi
Atas rasa rindu dan sayangku padamu
Karena tulusnya cintamu...putihnya kasihmu
Atas jasa dan pengorbananmu
Tak kanlah pernah bisa daku mampu membalas
Semua yang telah kau berikan untukku
Terima kasih ibu...terima kasih atas segala yang telah kau berikan


Ya Allah ampunilah dosa ibu yang telah melahirkanku,yang telah membimbing daku untuk selalu taat kepada-Mu..semoga beliau mendapatkan tempat yang Indah dan diridhoi Allah di akhirat sana.
AMIIN Ya Allah.....
*Tulisan ini selalu ku publikasikan setiap tanggal 18 Oktober, dimana tanggal itu telah berpulangnya Ibunda saya tercinta pada tahu 2003. Pada saat itu saya masih kanak-kanak, kalau tidak salah baru mau masuk SD. And sekarang saya duduk dikelas XI SMA, tentunya bukan waktu yang singkat, dan bukan juga hal yang mudah dalam perjalanan ini.
Semoga siapapun yang membaca ini, khususnya yang masih mempunyai ibu, bersyukurlah anda masih mempunyai orang yang paling berharga dalam hidup anda, janganlah sesekali anda mengecewakan ataupun menyia-nyiakan beliau. Buatlah dia bangga akan sosok anaknya, dan berbaktilah anda kepada kedua orang tua anda. (y) ;)
Emmmm. .semoga juga yang sudah pernah membaca tulisan ini tidak bosan dan mau untuk membacanya lagi, yyaa walaupun kata-kata nya jelek atau gimana gitu. ..
Terakhir yang ingin saya sampaikan, “ Tetaplah Tersenyum, Bagaimanapun Suasana Hati Kita “
Karena sesungguhnya senyuman itu lah yang bisa menyelamatkan kita dari kekhawatiran ataupun pertanyaan orang lain.
Dan mohon maaf jika dalam tulisan ini terdapat kesamaan kata ataupun kejadian. Karena itu merupakan hal yang tidak disengaja ;)




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar